Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengungkapkan, saat ini Indonesia menduduki peringkat kelima negara gizi buruk sedunia. Namun Menteri Endang berkilah, peringkat tersebut karena jumlah penduduk Indonesia yang juga sangat besar. “Peringkat kelima karena jumlah penduduk Indonesia juga di urutan empat terbesar dunia, kan,“ ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta kemarin.
Endang menyebutkan, jumlah anak balita gizi buruk di Indonesia saat ini mencapai sekitar 900 ribu jiwa atau 4,5 persen dari jumlah balita Indonesia yang mencapai 23 juta jiwa. Persebaran daerah yang mengalami gizi buruk ini ternyata tidak hanya di wilayah Indonesia bagian timur, tetapi juga di seluruh negeri.
Guna menanggulangi gizi buruk ini, Kementerian Kesehatan meluncurkan “Program 1.000 Hari Pertama untuk Negeri“ mulai tahun ini.
Anggaran untuk program mencapai Rp 700 miliar berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara ditambah bantuan internasional senilai US$ 31 juta.
Fokus program ini adalah memperbaiki gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan manusia.
Program ditujukan untuk Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Barat.
“Program 1.000 hari pertama dimulai sejak janin dalam kandungan sampai janin menjadi anak berumur 2 tahun. Tentunya program tidak berhenti di usia dua tahun, tapi berlanjut ke program pengembangan balita, remaja, dan ibu hamil,“Endang menjelaskan.
Gerakan ini dilakukan Kementerian Kesehatan bersinergi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan, Kementerian Perdagangan, serta melibatkan pihak non-pemerintah.
Ketua Umum Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia Rachmi Untoro menjelaskan, gizi sangat menentukan kualitas tumbuh-kembang anak. Gizi yang diperhatikan sejak dalam kandungan dan pada dua tahun pertama pertumbuhan sangat mempengaruhi kecerdasan.
Sementara itu, dari salah satu kantong gizi buruk dilaporkan, pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, terhenti karena kehabisan dana. Semula, proyek yang dikerjakan PT Duta Graha Indah ini dianggarkan Rp 500 miliar, namun baru rampung sepertiga bagian sudah dihentikan.
Kementerian Pendidikan Nasional berdalih, pembiayaan lebih diprioritaskan untuk membangun gedung sekolah dasar dan menengah yang rusak.
Sumber : epaper
http://epaper. tempo.co/ PUBLICATIONS/ KT/KT/2012/ 01/19/index. shtml?ArtId= 008_010&Search= Y
Refl: Diberitakan oleh pemerintah bahwa pendapatan per capita rakyat sekarang sudah naik menjadi US$ 3,000, tetapi mengapa peringkat kelima gizi buruk dalam skala dunia? Kalau halnya demikian berarti pemberitaan tentang naiknya pendapatan per capita tsb adalah suatu propaganda bohong, sebab kalau kenaikan pendapatan berarti mutu kehidupan punakan turut naik dan dengan begitu adanya perbaikan dalam konsumsi makanan bergizi. Bagaimana komentar Anda sebagai pembaca?
No comments:
Post a Comment